SELAMAT DATANG DIBLOG HARIAN RADAR KARAWANG, KORAN TERBESAR DI KABUPATEN KARAWANG, SUBANG, PURWAKARTA DAN SEKITARNYA..

16 September 2011

Awas, Krisis Pangan Mengancam

JAKARTA, RAKA - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron mengatakan Pemerintah perlu mewaspadai terjadinya kemarau panjang. Pasalnya, kemarau ini mengakibatkan lahan pertanian di daerah-daerah terancam gagal panen yang bisa mengarah pada krisis pangan.
"Kemarau panjang yang terjadi hampir di seluruh Indonesia mengakibatkan kekeringan dan berdampak terhadap produk pertanian. Ini perlu perencanaan terpadu dan pemetaan ulang dalam rangka memenuhi kebutuhan air di sektor pertanian," kata Herman di Jakarta, Rabu (14/9).
Menurut Herman, dua kementrian yang punya otoritas dalam sektor pertanian ini adalah Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementrian Pertanian. Karenanya dua kementrian ini kata dia, harus membangun waduk dan embun. "Kebutuhan dibangunnya waduk dan embung mendesak untuk segera dilaksanakan," ucapnya.
Selain mendesak membangun embung, Ketua DPP Partai Demokrat ini juga meminta dilakukan perbaikan jaringan irigasi baik primer, sekunder dan tersier dalam rangka mengantisipasi kekeringan karena kemarau panjang. "Jika kekeringan ini terus berlanjut dan berulang, kedepannya dikhawatirkan akan mengganggu produksi pangan dan bisa akan menjadi krisis pangan," tukasnya.
Terkait itu, Guru Besar Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin mengatakan akibat kemarau berkepanjangan produksi padi tahun 2011 yang dicanangkan terancam gagal tercapai. Sebab luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan di sentra-sentra produksi padi di Indonesia begitu banyak.
Dia menambahkan, pemerintah tidak akan mencapai target produksi tahun 2011 sebesar 70,6 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). "Produksi padi tahun 2011 tidak akan capai target. Apalagi saat ini lahan pertanian yang mengalami kekeringan, para petani sulit untuk berproduksi," ujarnya.
Menurutnya, Kementerian Pertanian tidak perlu terus menyatakan bahwa target produksi akan tercapai. Jika produksi tercapai, pemerintah tentu tidak akan membuka kran impor beras bagi Perum Bulog. "Kementan selalu berpatokan pada data Badan Pusat Statistik yang menyatakan produksi Aram II Kementan, 2,4% dari produksi tahun 2010. Saya justru ragukan perhitungan yang dilakukan BPS," ungkapnya.
Bustanul menolak jika dikatakan, ketidaktercapaian target produksi karena musim kemarau berkepanjangan. Pasalnya, kemarau saat ini sebenarnya tidak begitu mengkhawatirkan sehingga bisa diantisipasi. "Para petani saat ini berjuang menyelamatkan pertaniannya melalui percepatan panen. Pemerintah seharusnya segera membantu upaya petani tersebut," ujarnya. (raka)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar

 
Tentang Kami | Info Iklan | Ketentuan Layanan