SELAMAT DATANG DIBLOG HARIAN RADAR KARAWANG, KORAN TERBESAR DI KABUPATEN KARAWANG, SUBANG, PURWAKARTA DAN SEKITARNYA..

16 September 2011

Kemarau Picu Wabah Diare

PURWAKARTA, RAKA - Wabah diare mulai mengancam warga Purwakarta. Sebab musim kemarau panjang yang sampai saat ini terjadi bisa memicu munculnya penyakit tersebut. Selain itu, penyakit lain seperti demam berdarah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit kulit merupakan penyakit yang bisa muncul seiring musim kemarau saat ini.
Mengantisipasi hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta telah mengistruksikan agar seluruh Pusksemas dan Pustu di seluruh wilayah Purwakarta terus memberikan penyuluhan serta segera melakukan tindakan bila gejala penyakit itu muncul di masyarakat. "Sampai saat ini memang masih normal, kami belum menerima laporan adanya penyakit sebagai dampak kemarau panjang yang terjadi saat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta dr Ane saat ditemui Radar, di halaman pendopo Pemkab Purwakarta, kemarin.
Namun jelas Ane, dari jumlah Puskesmas di Kabupaten Purwakarta sebanyak 20 Puskemas, 50 Puskesmas pembantu 50 dan Pos Kesehatan Desa berjumlah 14 sudah mendapat intruksi akan hal itu. Bahkan, intruksi yang dilakukan itu telah jauh sebelumnya dilakukan. "Para petugas kami juga kini terus memberikan penyuluhan sekaligus memberikan tindakan jika ada masyarakat yang terjangkit penyakit, umumnya penyakit yang biasa muncul saat musim kemarau ini," katanya.
Namun demikian, kewaspadaan dini atau selalu menjaga kesehatan merupakan yang terpenting yang perlu di lakukan masyarakat agar terhidar dari penyakit tersebut. "Ancaman terbesar yakni penyakit diare, umumnya penyakit ini yang bisa muncul selain sejumlah penyakit lainnya," jelasnya.
Sementara itu, kesulitan air di Kecamatan Plered makin meluas. Sebelumnya sempat diberitakan satu Desa yakni Desa Rawasari. Namun kesulitan air kini mulai meluas ke beberapa desa lain. Sekretaris Camat Plered Asep Gumelar mengatakan, Desa Citeko, Desa Citeko Kaler, Linggarsari dan Liunggunung juga sudah mengalami kesulitan air.
Namun kesulitan air terparah, ujar Asep, masih terjadi di Desa Rawasari. Banyak sumur warga di wilayah itu yang sudah kekeringan. Sehingga warga di wilayah itu terpaksa meminta air ke tetangga atau kerabat terdekat untuk keperluan sehari-hari. "Namun untuk Desa Rawasari saat ini memang sudah ada bantuan dari perusahaan air di wilayah itu dengan membuat pompa jetpum di tiap RT, tapi jumlahnya masih terbatas," kata Asep.
Kesulitan air yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Plered ini sudah terjadi pada 4 bulan ke belakang. Asep menambahkan, terkait distribusi air PDAM, dinilai juga belum mampu menjangkau seluruh desa, terutama desa yang telah mengalami kesulitan air ini. (ton)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar

 
Tentang Kami | Info Iklan | Ketentuan Layanan