SELAMAT DATANG DIBLOG HARIAN RADAR KARAWANG, KORAN TERBESAR DI KABUPATEN KARAWANG, SUBANG, PURWAKARTA DAN SEKITARNYA..

16 September 2011

Perbup Baca Tulis Quran Diterbitkan

PURWAKARTA, RAKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menerbitkan Perbup No 25 tahun 2011 tentang Baca Tulis Al Quran. Perbup yang kemudian masuk muatan kurikulum daerah tersebut berlaku sejak tahun ajaran 2011 ini.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, gagasan pemikiran tentang baca tulis Al Quran yang dituangkan menjadi perbup dan masuk kurikulum daerah itu sebagai upaya membentuk pembangunan manusia yang berpondasi agama. "Sehingga, hal prinsip membangun dasar hidup manusia ini tidak kemudian kulturnya ditinggalkan dan terganti oleh pelajaran lain yang dianggap wajib," kata Bupati Dedi di Pendopo Pemkab Purwakarta, Rabu (14/9), di hadapan seratusan guru SD/SMP/SMA sederajat.
Ditambahkannya, diakui atau tidak, setiap orang tua mengharapkan anaknya ingin bisa mengaji. Tapi, kendala terjadi bahwa setiap setiap orang tua tidak bisa mengajarkan itu kepada anaknya karena beberapa faktor. "Maka yang terjadi, anak-anak ini kemudian belajar di masjid, mushola, atau madrasah. Untuk itu, diterbitkannya Perbup Baca Tulis Al Quran ini sekaligus mengembangkan pembelajaran yang berkesinambungan di tingkat sekolah," katanya.
Disebut berkesinambungan, bupati menjelaskan, karena perbup baca tulis Al Quran tersebut kemudian akan masuk evaluasi belajar dalam rapor siswa di tingkat sekolah dari mulai jenjang SD/SMP/SMA sederajat. "Teknisnya, kewajiban baca tulis Al Quran ini akan ada evaluasi (ujian) lewat tes baca tulis. Penilaiannya bisa dilakukan oleh guru atau ustadz di sekitar lingkungan sekolah," papar bupati seraya menyebut standarasiasi evaluasi hasil baca tulis itu akan disesuaikan dengan tingkatan hasil tes itu sendiri kemudian.
Kecuali itu, lanjut bupati, ke depan pemerintah daerah juga bakal meluncurkan program kurikulum daerah lainnya, yakni tentang budi pekerti. "Tahapan selanjutnya, kita akan masukan tentang budi pekerti sebagai pengembangan ahlak selain mewujudkan manusia yang seutuhnya lewat pendidikan," tutur Dedi Mulyadi.
Bupati menyebut, metodologi berpikir tentang baca tulis Al Quran dan budi pekerti mungkin berbeda dengan kabupaten lain. Tapi, kata dia, pengembangan belajar dengan menegaskan pondasi agama itu memang tidak cukup diukur secara formal melainkan diukur pula dengan aspek lain, seperti ngawengku diri. "Kita kembalikan pendidikan kepada wadahnya lagi dengan ketekunan. Dan mudah-mudahan tidak jadi beban di sekolah melainkan jadi ihtiar untuk mewujudkan anak bisa membaca Quran bagi pengembangan ahlaknya. Mari kita belajarkan bersama makna qurani pada anak-anak kita, sehingga esensinya diterapkan dalam kehidupan mereka seharia-hari," terang bupati.
Satu orang guru dari SMP Darangdan, Neni, dalam dialog terbuka dengan bupati, menyampaikan, perbup baca tulis Al Quran merupakan semangat positif dalam pembelajaran anak menggali pengetahuan tentang keagamaan. "Ini motivasi bagi dunia pendidikan. Terlebih, dari pengalaman di lapangan diketahui masih banyak anak yang belum sama sekali baca tulis Al Quran," jelasnya, sambil mengatakan pembuktian banyak anak yang belum bisa baca tulis Al Quran itu diketahui dalam tes masuk di sekolahnya dengan jumlah survei pada 160 anak. "Ada sebanyak 30 anak yang tidak bisa baca tulis Al Quran waktu itu," ungkapnya. (rif)

1 komentar:

hisahito mengatakan...

berita terhangat Purwakarta

Masyarakat Purwakarta menghancurkan patung-patung yang ada di Purwakarta sebagai bentuk protes.
baca selengkapnya di :
http://hisahito.blogspot.com/2011/09/purwakarta-lost-sculpture.html

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar

 
Tentang Kami | Info Iklan | Ketentuan Layanan