SELAMAT DATANG DIBLOG HARIAN RADAR KARAWANG, KORAN TERBESAR DI KABUPATEN KARAWANG, SUBANG, PURWAKARTA DAN SEKITARNYA..

16 September 2011

Sampah di sekolah, Desa Gintungkerta Bantah Tak Bertindak

KLARI, RAKA - Kaur Pemerintahan Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Taufik Yulianto, mengatakan, Pemerintah Desa Gintungkerta tidak tinggal diam mengatasi persoalan sampah di depan SDN Gintungkerta 1. Desa sudah melayangkan surat pembuatan bak sampah baru ke Dinas Cipta Karya, dan desa juga sedang berupaya mencari lokasi untuk dijadikan tempat pembuangan sampah.
Menurut Taufik, ada dua tempat yang menjadi pertimbangannya untuk dijadikan tempat pembuangan sampah. Pertama di bundaran jalan raya Klari, kedua di pinggir jalan tol Karawang Timur. Kedua lokasi tersebut sedang dipertimbangkan aspek kelayakan serta perizinan untuk dijadikan tempat pembuangan sampah. "Kalau di bunderan atau belokan saya kira bagus, kewenangan tempatnya juga bisa ke kabupaten. Tinggal nanti warga di sekitarnya mau gak dibuat tempat sampah. Kalau di jalan yang mau ke tol, sebetulnya lebih strategis, soalnya jauh dari pemukiman. Hanya saja, kewenangannya, kewenangan jasa raharja, kemungkinan tembusnya lebih sulit, walaupun kami yakin bisa mengupayakan," terang pria yang juga Plt Sekdes Gintungkerta ini, saat ditemui RAKA, Selasa (13/9) kemarin.
Mengenai tempat sampah di depan SDN Gintungkerta, jelas Taufik, itu sudah ada sejak lama. Entah karena telat pengangkutannya, sehingga sampah menumpuk dan menimbulkan bau. Pihak sekolah lalu mengajukan keberatan dan minta dipindahkan. "Memang ironis di depan sekolah banyak sampah. Beberapa waktu lalu kami sudah berkumpul membicarakan masalah ini, dengan komiter, pak lurah juga ada. Celakanya, sebelum kami menyiapkan lokasi baru, bak sampah yang ada di depan sekolah dibongkar. Pembongkaran tersebut sudah koordinasi dengan pak lurah atau tidak saya kurang tahu," paparnya.
Walaupun bak sampah tersebut sudah dibongkar, terus dia, tidak lantas menyelesaikan masalah. Masih banyak masyarakat yang tetap membuang sampah di tempat tersebut. Menurutnya yang membuang sampah bukan hanya masyarakat terdekat, tapi masyarakat yang jauh pun ikut membuang di sana. "Celakanya, setelah bak sampah dibongkar, Cipta Karya enggan mengambilnya, mungkin dianggap sampah liar. Tapi, kepala desa langsung turun tangan. Menggunakan anggaranya sendiri, dia meminta Cipta Karya untuk mengangkutnya dan dia juga meminta RT setempat untuk mengantisipasi warga untuk membuat sampah di sana. Jadi, kami tidak tinggal diam. Kami sedang berupaya mencari tempat yang pas. Surat juga sudah kami sampaikan ke Cipta Karya, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan," pungkasnya.(asy)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar

 
Tentang Kami | Info Iklan | Ketentuan Layanan