CILAMAYA WETAN, RAKA - Salah seorang pimpinan grup organ tunggal asal Dusun Rawabebek, Desa Rawagempol Kulon, Kecamatan Cilamaya Wetan, dikabarkan menggondol uang hajatan dan menelantarkan artis dan panjaknya ketika manggung di Desa Pakisjaya, Kecamatan Pakisjaya, Senin (12/9). Akibatnya, panjak dan artisnya terlantar dan nyaris tak bisa pulang.
Menurut Bambang, salah seorang pemain musik asal Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, akibat perbuatan pimpinan organ tunggal tersebut, sohibul hajat, para musisi, penyanyi, pengusaha rias, pengusaha sound system dan pengusaha panggung semuanya harus menanggung kerugian. "Untungnya ada yang berbaik hati untuk mengantarkan pulang," katanya.
Diteruskannya, bahwa selain kerugian itu, sohibul hajat juga merasa dibohongi karena sebelumnya ada perjanjian akan mendatangkan Dian Sastra, artis organ tunggal kenamaan asal Indramayu dan pengadaan daging sapi. "Uang untuk keduanya sudah diterima, namun begitu pelaksanaan ternyata Dian Sastra dan pengadaan daging sapi tidak dipenuhi. Sementara kerugian para panjak dan artis adalah penelantaran setelah manjak dan tidak ada pembayaran setelah manjak, jumlah personil panjak, artis organ tunggal, operator sound system, tukang panggung jumlahnya mencapai 50 orang," sesalnya.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa saat ini ia dan kawan-kawan sudah mengejar pelaku, beberapa upaya telah dilakukan seperti menghubungi nomor ponsel pelaku yang sudah tidak aktif lagi. "Saya dan kawan-kawan musisi menyayangkan perbuatan tersebut yang merugikan orang banyak, padahal dia sendiri berasal dari kalangan seniman," ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Cakil, panjak organ tunggal lainnya, bahwa akibat kejadian tersebut kerugian lainnya juga dialami oleh para musisi. Jadwal manggung yang saat ini padat terganggu dan beberapa panggungan lain dibatalkan karena waktunya tersita untuk ngurusi persoalan ini. "Kami masih beritikad baik, jika pelaku tidak memperbaiki kelakuannya, maka kami akan gunakan hak kami sebagai masyarakat untuk menggunakan jalur hukum," ancamnya. (awi)
16 September 2011
Uang Hajatan Dibawa Kabur
Jumat, September 16, 2011
Radar Karawang





0 komentar:
Poskan Komentar
Silahkan beri komentar