| Warga Berbondong-bondong mengambil air bersih yang disalurkan oleh PDAM, kemarin. |
Direktur PDAM Karawang, Yogi S, melalui Pimpinan PDAM cabang Pangkalan, Abdul Karim SE, mengintruksikan agar senantiasa membantu warga Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru, terlebih daerah yang belum terlayani oleh PDAM itu sendiri. Dan bantuan tersebut diprioritaskan pada pemukiman masyarakat yang memang sudah mengalami krisis air. Saat dikonfirmasi di tempat distribusi air tepatnya di Kampung Palasari, Desa Kutalanggeung, Kecamatan Tegalwaru, Abdul mengatakan, bantuan ini sudah dilaksanakan sejak Jumat (9/9) kemarin, namun dengan keterbatasan kendaraan operasional, sampai saat ini pihaknya baru dibantu dengan dua unit kendaraan tangki. "Jika masih ada pemukiman yang belum terlayani, kami secara lembaga mohon maaf, namun kamipun akan terus berusaha bahkan dari hari ini atau efektif besok Kamis (15/9) kendaraan operasional tangki tersebut disimpan di kantor cabang Pangkalan," tuturnya.
Seperti diharapkan dapat melayani secara menyeluruh yang tentunya dengan skala prioritas, atau untuk lebih efektif lagi untuk membantu masyarakat di Tegalwaru, pihaknya akan menggunakan air yang terdekat, seperti mata air Cikahuripan yang ada di Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru, selain airnya lebih murni dibanding dengan yang di kota juga akan lebih efektif dan efisien.
Pimpinan cabang inipun dalam operasionalnya dibantu oleh staf dan ahli tekniknya, salah satunya Endang. Saat dikonfirmasi menyampaikan desa yang telah mendapatkan bantuan air bersih ini diantaranya Desa Cintawargi, Cintalanggeung, Kutalanggeung, dan akan dilanjut Desa Cintaasih, Kecamatan Pangkalan, dan distribusi ini langsung ke dusun yang ditunjukan oleh warga atau aparatnya. "Sebab dalam satu desa itu belum tentu kritis semua, salah satu contoh mata Air Cikahuripan ada di Desa Cintawargi tapi tetap dusun lain kritis, sementara dari desa luar sendiri banyak yang sampai ke mata air, hanya saja bersifat masing-masing, maka dengan adanya kendaraan operasional pengambilan tersebut tidak masing-masing bahkan masyarakat tidak harus mengeluarkan dana operasioanal atau membeli," tandasnya.
Adapun alasan masyarakat tidak dipungut bayaran, kalaupun PDAM ini merupakan perusahaan tapi ada dalam naungan pemerintah, hingga Warga yang sudah mengalami kesulitan diberbagai aspek ini, idealnya, memang tidak lagi dibuat pusing hanya karena kebutuhan air bersih, yang justru ini menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan dan menyiapkannya.
Kenapa dikatakan hal ini menjadi kewajiban pemerintah? Sebab sesungguhnya pemerintah dalam hal ini pemda sudah mempunyai satu institusi resmi untuk mengelola hal ihwal penyedian air bersih, yakni PDAM.
Dengan adanya bantuan air bersih ini masyarakat merasa tertolong seperti yang dikatakan Rohman (49), saat menerima air bersih di Kampung Palasari, selain ucapan terimakasih pada pemerintah yang telah memberikan bantuan air bersih, mengatakan, kemarau yang berkepanjangan sekarang ini ternyata sudah berdampak terhadapnya dan warga lainnya, dan tak hanya di sini saja di wilayah-wilayah tertentu, faktanya sudah mengalami krisis air lebih dari dirinya. "Kalau saja kemarau ini terus berlanjut, risiko lebih parah sudah di depan mata," tuturnya.
Pada kesempatan inipun Rohman menegaskan, terlebih kondisi ini dari tahun ketahun semakin parah setelah adanya penambangan batu di daerahnya yang dilakukan oleh PT. Atlasindo Utama, bukan hanya saja kesulitan air di waktu kemarau ini, tapi mungkin ke depan warganya yang ada di sini akan mengalami krisis pangan, sebab mata air dari Gunung Cintalanggeung yang saat ini terus dihancurkan mata airnya mengairi sawah seluas 173 hektare. "Sementara daerah ini airnya tidak dapat disuplay oleh daerah lain, kecuali oleh mata air dari gunung tersebut," ungkapnya. (ark)
Jumat, September 16, 2011
Radar Karawang





0 komentar:
Poskan Komentar
Silahkan beri komentar